Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan

25 Agustus 2017

Kenangan Diklat IN Guru Pembelajar 2016

Satu termin dalam kehidupanku, yang tak pernah mungkin kulupakan berkumpul dengan guru-guru hebat dalam sebuah pelatihan bertajuk "Pelatihan Instruktur Nasional (IN) Guru Pembelajar Region Surabaya Angkatan 2" bertempat di Hotel Swiss Bell In Surabaya, 20 Juni a.s 30 Juni 2016.

21 Mei 2014

Saat Guru Dijadikan Sasaran Black Campaign



Tulisan ini tidak bermaksud membela siapa-siapa, namun tulisan ini sebagai pencerahan bagi semua, terutama bagi mereka yang memiliki kepentingan politik kekuasaan. Tulisan ini terilhami karena beredarnya SMS di kalangan guru, bahwa salah satu calon presiden dikatakan akan menghapus program sertifikasi guru.

Kenapa guru yang dibidik? Logikanya, jumlah guru yang relatif besar diyakini akan memberikan kontribusi suara yang besar bila black campaign itu “termakan”. Dan, isu yang paling seksi untuk dihembuskan ke guru sebagai amunisi untuk menimbulkan antipati terhadap calon presiden tertentu adalah program sertifikasi guru. Sebuah ide yang brilian untuk dimainkan, meski caranya culas.
Oleh pembuat isu, barangkali guru dianggap mudah dimainkan emosinya dengan melempar isu bertema sesuatu yang sensitif di kalangan guru. Nyatanya, ada beberapa (mungkin banyak juga) yang termakan isu itu. Nah, benar kan prediksi mereka (pembuat isu) bahwa guru  banyak juga yang kadang kurang menggunakan logikanya dalam menerima isu.

Logika yang mestinya dimunculkan oleh para guru, mungkinkah seorang calon presiden melontarkan wacana yang akan menyebabkan pengurangan massa pemilihnya? Misalnya, mungkinkah seorang calon  presiden berjanji akan menaikkan harga BBM kalau dia menjadi presiden. Atau, seorang calon presiden berjanji akan menurunkan gaji PNS?

Menghapus program sertifikasi guru, bisa saja dilakukan oleh seorang presiden baru dengan alasan membebani anggaran negara dan dinilai tidak cukup signifikan dalam mendongrak kinerja guru. Namun, bila wacana tersebut dilontarkan saat ini, tentu saja sebuah blunder besar, karena pasti akan menimbulkan resistensi di kalangan guru dan guru tidak akan memilih capres tersebut.

Sebagai insan yang berpendidikan, rasanya memprihatinkan bila guru dengan mudah digoyang dengan isu tidak rasional dan muskil. Dan, yang memprihatinkan lagi, isu tersebut ditularkan kepada guru lain. Duh guru, mari lebih cerdas lagi membaca dinamika kehidupan!

Pencabutan Keputusan Mendikbud Ristek Nomor 371/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak.

Nasib Program Sekolah Penggerak setelah pergantian Menteri Pendidikan dari Nadiem Anwar Makarim ke Abdul Mu'ti, terjawab sudah. Melalui ...