Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
23 November 2021
25 Agustus 2017
Kenangan Diklat IN Guru Pembelajar 2016
Satu termin dalam kehidupanku, yang tak pernah mungkin kulupakan berkumpul dengan guru-guru hebat dalam sebuah pelatihan bertajuk "Pelatihan Instruktur Nasional (IN) Guru Pembelajar Region Surabaya Angkatan 2" bertempat di Hotel Swiss Bell In Surabaya, 20 Juni a.s 30 Juni 2016.
21 Mei 2014
Saat Guru Dijadikan Sasaran Black Campaign
Tulisan ini tidak bermaksud membela siapa-siapa, namun
tulisan ini sebagai pencerahan bagi semua, terutama bagi mereka yang memiliki
kepentingan politik kekuasaan. Tulisan ini terilhami karena beredarnya SMS di kalangan
guru, bahwa salah satu calon presiden dikatakan akan menghapus program
sertifikasi guru.
Kenapa guru yang dibidik? Logikanya, jumlah guru yang
relatif besar diyakini akan memberikan kontribusi suara yang besar bila black campaign itu “termakan”. Dan, isu
yang paling seksi untuk dihembuskan ke guru sebagai amunisi untuk menimbulkan
antipati terhadap calon presiden tertentu adalah program sertifikasi guru.
Sebuah ide yang brilian untuk dimainkan, meski caranya culas.
Oleh pembuat isu, barangkali guru dianggap mudah dimainkan
emosinya dengan melempar isu bertema sesuatu yang sensitif di kalangan guru.
Nyatanya, ada beberapa (mungkin banyak juga) yang termakan isu itu. Nah, benar
kan prediksi mereka (pembuat isu) bahwa guru
banyak juga yang kadang kurang menggunakan logikanya dalam menerima isu.
Logika yang mestinya dimunculkan oleh para guru, mungkinkah
seorang calon presiden melontarkan wacana yang akan menyebabkan pengurangan
massa pemilihnya? Misalnya, mungkinkah seorang calon presiden berjanji akan menaikkan harga BBM
kalau dia menjadi presiden. Atau, seorang calon presiden berjanji akan
menurunkan gaji PNS?
Menghapus program sertifikasi guru, bisa saja dilakukan oleh
seorang presiden baru dengan alasan membebani anggaran negara dan dinilai tidak
cukup signifikan dalam mendongrak kinerja guru. Namun, bila wacana tersebut
dilontarkan saat ini, tentu saja sebuah blunder besar, karena pasti akan
menimbulkan resistensi di kalangan guru dan guru tidak akan memilih capres
tersebut.
Sebagai insan yang berpendidikan, rasanya memprihatinkan
bila guru dengan mudah digoyang dengan isu tidak rasional dan muskil. Dan, yang
memprihatinkan lagi, isu tersebut ditularkan kepada guru lain. Duh guru, mari
lebih cerdas lagi membaca dinamika kehidupan!
Langganan:
Postingan (Atom)
Pencabutan Keputusan Mendikbud Ristek Nomor 371/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak.
Nasib Program Sekolah Penggerak setelah pergantian Menteri Pendidikan dari Nadiem Anwar Makarim ke Abdul Mu'ti, terjawab sudah. Melalui ...

-
Saya sebenarnya ingin langsung mengunggah semua soal OSN Biologi SMP Tk Kab/Kota tahun 2013, namun karena kendala waktu terpaksa saya cicil ...
-
Jawaban TTS Mendatar 3. ENDODERMIS 5. PARENKIM 6. MANGGA 8. STELE 10. TRANSPIRASI 12. MESOFIL 15. SAGU 16. BATANG 17. BUNGAKARANG Menurun ...
-
1. Teori Horald Urey menyatakan bahwa, jika terjadi loncatan listrik danradiasi sinar kosmis dengan zat-zat...