Contoh KTI Siswa


Bahaya Rokok
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.

Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga ganteng`. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.

Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok

1.2.RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang telah kami uraikan maka masalah yang akan kami bahas:
1. Apa dampak dari merokok?
2. Zat apa yang terkandung di dalam dan yang paling berbahaya?
3. Upaya apa yang dilakukan bagi perokok di sekolah?
4. Apa aktor penyebab perilaku merokok pada remaja?

1.3.TUJUAN PENELITIAN
-Untuk mengetahui Bahaya merokok.
-Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab perilaku merokok pada remaja.
-Untuk mengetahui apa itu rokok.

1.4.METODE PENELITIAN
Metode yang kami gunakan  adalah:
-Deskriptif
-Kajian pustaka dilakukan dengan mencari literatur di internet da buku – buku panduan

1.5.SISTEMATIKA PENULISAN
BAB I PENDAHULUAN
  1.1.Latar Belakang Masalah
  1.2.Perumusan Masalah
  1.3.Tujuan Penelitian
  1.4.Metode Penelitian
  1.5.Sistematika penulisan
BAB II KERANGKA TEORI
  2.1.Pengertian Rokok
  2.2.Dampak dari merokok
  2.3.Faktor penyebab merokok pada remaja
  2.4.Upaya mengatasi rokok

BAB III ZAT YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK
  3.1.Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
  3.2.Reaksi pembakaran rokok
  3.3.Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin
  3.4.Tar dan Asap Rokok
  3.5.Gas CO (Karbon Mono Oksida)
  3.6.Nikotin dan kerja nikotin
BAB IV PENUTUP
  4.1.Kesimpulan
  4.2.Saran

BAB II
KERANGKA TEORI

2.1. Pengertian Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

2.2. Dampak dari merokok
Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari berbagai sumber) 
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.
Merokok bagi orang dewasa bisa berbahaya apalagi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh Karena itu, merokok dilarang di sekolah maupun di luar sekolah.
Akibat negatif dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas.

CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan :
- Gelisah, tangan gemetar (tremor)
- Cita rasa / selera makan berkurang
- Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya

2.3. Faktor penyebab merokok pada remaja

Ada beberapa faktor yang mendorong remaja untuk merokok, di antaranya:
1.  Faktor orangtua dan keluarga
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).
Selain itu, anak-anak yang mempunyai orang tua perokok, lebih rentan untuk terpengaruh dan mencontoh orang tuanya.
2.  Temanku merokok
Banyak fakta membuktikan bahwa remaja perokok, kemungkinan besar teman-temannya juga perokok, dan sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991).
3.  Pribadiku
Ada yang mencoba merokok hanya karena alasan ingin tahu. Mungkin juga karena ingin mengobati rasa sakit fisik maupun jiwa, mengusir bosan. Selain alasan tersebut, konformitas sosial juga menjadi pemicu. Orang yang memiliki skor tinggi pada tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).
4.  Iklan rokok ternyata...
Iklan-iklan di berbagai media yang memberikan gambaran bahwa perokok adalah lambang keglamouran, cowok banget, memicu remaja untuk ikut berperilaku seperti itu.
Nah, jika kamu sudah terperangkap dalam status perokok saat ini, tenang saja. Ada berbagai upaya pencegahan jika kamu ingin berubah.

2.4. Upaya mengatasi rokok

Merokok di sekolah yang dilakukan siswa kini semakin banyak, itu dikarenakan siswa yang satu mengajak siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok.
Selain itu juga melakukan peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan tidak melakukan hal tersebut lagi baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Jika karena kecanduan, maka tips yang harus dilakukan adalah:
Pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan yang akan terjadi pada tubuh ketika masa krisis karena berhenti merokok (biasanya 1,5 sampai 2 minggu)
Minumlah banyak air putih, makan banyak sayur dan buah-buahan setiap kali timbul keinginan untuk merokok
Berbicara atau berkomunikasilah dengan orang lain dan tetaplah menyibukkan diri
Berolahraga yang menyennagkan dan disukai secara teratur dan terukur
Pijatlah daerah punggung dan leher, lalu tariklah napas dalam-dalam.
Jika karena ketergantungan, maka putuskan semua hubungan antara rokok dan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan dengan tips berikut ini:
Jika ingin merasakan rokok di tangan, bermainlah dengan barang-barang lain seperti pensil, pena, atau membaca buku
Jika ada keinginan untuk menyalakan rokok, jauhkan rokok dari jangkauan dan buanglah korek api
Jika biasa merokok sesudah makan, segeralah bangkit dari duduk setelah makan, gosok gihi dan pergilah berjalan atau lakukan kegiatan yang membuat lupa pada rokok
Jika merokok disertai dengan minum kopi, maka ganilah kopi dengan jus buah dll
Jika merokok untuk menenangkan diri, maka cobalah untuk mengingat bahaya merokok dapat mengakibatkan penyakit jantung, paru-paru, kanker, stroke, keguguran, dll.
Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan:
Tanyalah pada diri sendiri, apakah ada teman, saudara, atau tetangga yang menderita salah satu penyakit di atas. Bayangkan jika penyakit tersebut menyerang diri kita sendiri.
Jika keinginan untuk merokok sangat kuat, lakukanlah olahraga ringan seperti berjalan-jalan atau lakukan kegiatan yang menjadi kegemaran atau hobi Anda.
Jika berpikir bahwa merokok dapat membuat kita menjadi tenang atau nyaman, maka katakanlah dan akuilah secara jujur bahwa rokok tidak mungkin bisa mengatasi masalah yang ada.
Untuk mengatasi masalah ini, perlu melibatkan keluarga, teman, dan saudara untuk membantu mengalihkan perhatian dari rokok.
Jika ingin berhenti merokok harus menetapkan tindakan yang akan dipilih atau perilaku apa yang paling mudah diubah berkaitan dengan situasi merokok.
Buatlah pernyataan untuk berhenti merokok, kemudian bacalah pernyataan tentang niat berhenti merokok di depan teman atau saudara atau anggota keluarga yang akan menjadi pengingat agar keinginan berhenti merokok tercapai.

BAB III
ZAT YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK

3.1. Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
Proses pembakaran rokok tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat lainnya. Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering, kertas dan zat perasa, dapat dibentuk dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dan Sulfur (S) serta unsur-unsur lain yang berjumlah kecil. Rokok secara keseluruhan dapat diformulasikan secara kimia yaitu sebagai (CvHwOtNySzSi).

Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok

Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang kontak dengan udara.

CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) ((pada suhu 800oC))

3.2. Reaksi pembakaran rokok
Reaksi yang kedua adalah reaksi pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lainnya. Reaksi ini terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen. Reaksi ini lebih dikenal dengan pirolisa. Pirolisa berlangsung pada temperatur yang lebih rendah dari 800oC. Sehingga rentang terjadinya pirolisa pada bagian dalam rokok berada pada area temperatur 400-800oC. Ciri khas reaksi ini adalah menghasilkan ribuan senyawa kimia yang strukturnya komplek.

CvHwOtNySzSi -> 3000-an senyawa kimia lainnya + panas produk ((pada suhu 400-800oC))
reaksi pirolisa

Walaupun reaksi pirolisa tidak dominan dalam proses merokok, tetapi banyak senyawa yang dihasilkan tergolong pada senyawa kimia yang beracun yang mempunyai kemampuan berdifusi dalam darah. Proses difusi akan berlangsung terus selagi terdapat perbedaan konsentrasi. Tidak perlu disangkal lagi bahwa titik bahaya merokok ada pada pirolisa rokok. Sebenarnya produk pirolisa ini bisa terbakar bila produk melewati temperatur yang tinggi dan cukup akan Oksigen. Hal ini tidak terjadi dalam proses merokok karena proses hirup dan gas produk pada area temperatur 400-800oC langsung mengalir kearah mulut yang bertemperatur sekitar 37oC.

3.3. Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin
Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400oC. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.

Pada temperatur dibawah 100oC nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.

Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka.

3.4. Tar dan Asap Rokok
Zat berbahaya ini berupa kotoran pekat yang dapat menyumbat dan mengiritasi paru - paru dan sistem pernafasan, sehingga menyebabkan penyakit bronchitis kronis, emphysema dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker paru - paru ( penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan perokok ).Racun kimia dalam TAR juga dapat meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine.TAR yang tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit kanker kantung kemih. Selain itu Tar dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel - sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.

Tar dan asap rokok merangsang jalan napas, dan tar tersebut tertimbun disaluran itu yang menyebabkan :
- Batuk-batuk atau sesak napas
- Tar yang menempel di jalan napas dapat menyebabkan kanker jalan napas,
lidah atau bibir

3.5. Gas CO (Karbon Mono Oksida)
Gas CO juga berpengaruh negatif terhadap jalan napas dari pembuluh darah. Karbon mono oksida lebih mudah terikat pada hemoglobin daripada oksigen. Oleh sebab itu, darah orang yang kemasukan CO banyak, akan berkurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang dapat meninggal dunia karena keracunan karbon mono oksida. Pada seorang perokok tidak akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh perokok dengan sedikit demi sedikit, dengan lambat namun pasti akan berpengaruh negatif pada jalan napas dan pada pembuluh darah.

3.6. Nikotin dan kerja nikotin
Adalah suatu zat yang dapat membuat kecanduan dan mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung ( melebihi detak normal ) , sehingga menambah resiko terkena penyakit jantung.Selain itu zat ini paling sering dibicarakan dan diteliti orang, karena dapat meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang dihisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Selain itu Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.
Nikotin merangsang bangkitnya adrenalin hormon dari anak ginjal yang menyebabkan :
- Jantung berdebar-debar
- Meningkatkan tekanan darah serta kadar kolesterol dalam darah, berhubungan erat terjadinya serangan jantung
Saat merokok, nikotin mulai diserap aliran darah dan diteruskan ke otak. Nikotin terikat di reseptor nikotinat antikolinergik 42 di ventral tegmental area (VTA). Nikotin yang terikat di reseptor 42 akan melepaskan dopamin di nucleus accumbens (nAcc). Dopamin itulah yang diyakini menimbulkan perasaan tengan dan nyaman. Tak heran bila perokok akan kembali merokok untuk memperoleh efek nyaman itu.
Bila perokok mulai mengurangi atau berhenti merokok maka asupan nikotin berkurang dan pelepasan dopamin juga berkurang, akibatnya timbul gejala putus obat berupa iritabilitas dan stress.

Hal itu menyebabkan jalan untuk berhenti merokok menjadi sulit karena rasa ketagihan terhadap nikotin. Peran verenicline berfungsi sebagai pemutus rantai adiksi. Biasanya nikotin berikatan dengan reseptor 42, namun nanti yang akan berkaitan dengan reseptor 42 adalah verenicline yang bekerja dengan dua cara. Pertama, verenicline menstimulasi reseptor untuk melepaskan dopami secara pasrial, tujuanya untuk mengurangi gejala putus obat berupa pusing, sulit berkosentrasi atau badmood yang ditimbulkan dari proses berhenti merokok.

Kedua, verenicline menghalangi nikotin yang menempel di reseptor. Jadi bila merokok kembali, nikotin tidak dapat menempel di reseptor, sehingga mengurangi rasa nikmat dari rokok tersebut. =Verenicline dapat diberikan pada perokok dewasa atau minimal usia 18 tahun yang ingin berhenti merokok. Verenicline dapat diberikan pada perokok berat maupun ringan. Dosis awal yang diberikan ringan yang ditingkatkan secara perlahan-lahan. Untuk mencapai kesembuhan berhenti merokok, dibutuhkan waktu selama tiga bulan, baik bagi perokok berat atau ringan.
Efek samping verenicline adalah mual, nyeri kepala, insomnia dan mimpi abnormal. Meski demikian, manfaat yang ditimbulkan dari berhenti merokok jauh lebih besar karena dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4 ribu bahan kimia dan 250 zat karsinogenik.

Bahkan bahan kimia yang ditemukan pada asap tembakau (rokok) seperti aseton, butan, arsenic, cadmium, karbon monoksida dan toluene sama seperti yang ditemukan pada bahan industri. Jadi dapat dibayangkan bukan dampak buruk rokok? (Dikutp dari berbagai sumber)




BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Melihat kenyataan yang ada pada uraian sebelumnya, dapat dikatakan rokok itu lebih banyak dampak negativnya dari pada dampak positifnya. Apabila hal ini dibiakan terus berlangsung, maka akan mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Dan seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh mereka.Namun hal itu masih sulit dilakukan di Indonesia.

4.2. Saran
Setelah membaca kartulis ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit yang mengancam jiwa mereka.


DAFTAR PUSTAKA

Website:
freedomofme
http://www.facebook.com/topic.php?uid=212491290353&topic=8557
Blogcatalog
anak ciremai
moebienye

Sumber : http://mencari-tau.blogspot.com/2009/12/contoh-karya-tulis-bahaya-rokok.html

Judul : Bahaya Narkoba
BAB I
Pendahuluan



1.1. Latar Belakang Masalah

Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya atau NAPZA yang biasa disebut narkoba merupakan jenis obat atau zat yang diperlukan dalam bidang pengobatan. Akan tetapi kalau dipergunakan tanpa pengawasan dapat menimbulkan ketergantungan serta dapat membahayakan kesehatan pemakainya.
Penyalahgunaan narkoba pada akhir-akhir ini semakin hari semakin meningkat. Dapat kita amati dari berita – berita baik dari media elektronik maupun media cetak yang memberitakan tentang penangkapan para pelaku yang menyalahgunakan narkoba oleh para aparat keamanan. Kebanyakan pelakunya adalah remaja ,padahal mereka sudah tau zat – zat berbahaya yang terkandung. Faktor – faktor yang mempengaruhi remaja mengkonsumsi narkoba yaitu rasa keingintahuan, gengsi, broken home dll.

1.2. Perumusan Masalah

Dari Latar Belakang yang telah kami uraikan maka masalah yang akan kami bahas:

1. Apa itu Narkoba.
2. Jenis – jenis narkoba.
3. Upaya yang dilakukan untuk mencegah pemakai narkoba.

4. Faktor Penyebab remaja menggunakan Narkoba.
5. Efek Penyalahgunaan narkoba.

6. Pencegahan dan pengobatan.
1.3. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui Bahaya Narkoba.
2. Pencegahan penyalahgunaan narkoba.


1.4. Metode Penelitian

1. Kajian Pustaka dilakukan dengan mencari literatur di internet.

1.5. Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah.
1.2. Perumusan Masalah.
1.3. Tujuan Penelitian.

1.4. Metode Penelitian.

1.5. Sistematika Penulisan.



BAB II KERANGKA TEORI

2.1. Pengertian Narkoba.
2.2. Jenis – Jenis Narkoba dan Bahayanya.
2.3. Efek Penyalahgunaan Narkoba.

2.4. Faktor Penyebab Remaja Menggunakan Narkoba.

2.5. Tahapan penyalahgunaan narkoba
2.6. Upaya Pencegahan.


BAB III Penutup


3.1. Kesimpulan.
3.2. Saran.

BAB II
KERANGKA TEORI


2.1 Pengertian Narkoba

Narkoba singkatan dari (Narkotika, Psikotropika dan Obat berbahaya) bahan adiktif yang merupakan obat-obat yang sangat berbahaya untuk di salahgunakan, Narkoba adalah suatu zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh, akan mempengaruhi fungsi fisik dan psikologis. Zat-zat kimia itu dapat mengubah pikiran, suasana hati dan perilaku seseorang. Pemakaian terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan psikologis.

2.2. Jenis-Jenis Narkoba Dan Bahayanya

1.Narkotika

Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi penggunanya.

Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.

Macam-macam Narkotika

a.Opioid

Opioid atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium.
Heroin termasuk kelompok opiat

-Opium disaripatikan dari opium poppy(papaver somniferum) & disuling untuk membuat morfin, kodein & heroin (1847)

-Opium digunakan selama berabad-abad sebagai penghilang rasa sakit dan untuk kenikmatan (mencegah batuk, diare, dsb.)

Heroin adalah obat bius yang sangat mudah membuat seseorang kecanduan karna efeknya sangat kuat. Obat ini bisa di temukan dalam bentuk pil, bubuk, dan juga dalam cairan.
Heroin memberikan efek yang sangat cepat terhadap si pengguna, dan itu bisa secara fisik maupun mental. Dan jika orang itu berhenti mengkonsumsi heroin, dia akan mengalami rasa sakit yang berkesinambungan/sakaw/ gejala putus obat.

Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin(sering digunakan untuk medikasi) dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir - akhir ini

Cara penggunaan heroin yang disuntikkan dapat memicu terjadinya penularan HIV/AIDS dan hepatitis C. Biasanya disebabkan oleh penggunaan jarum suntik dan peralatan lainnya secara bersamaan.

-Codein
Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih.Codein sering juga digunakan sebagai obat batuk untuk batuk yang kronis. Pembeliannya pun harus dengan resep dokter.

-Demerol
Nama lainnya adalah Demerol adalah pethidina. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna. Demerol sering juga digunakan untuk pengobatan.


Efek Negatif/Bahaya :

  • depresi berat
  • apatis
  • rasa lelah berlebihan
  • malas bergerak
  • banyak tidur
  • gugup
  • gelisah
  • selalu merasa curiga
  • denyut jantung bertambah cepat
  • rasa gembira berlebihan
  • banyak bicara namun cadel
  • rasa harga diri meningkat
  • kejang-kejang
  • pupil mata mengecil
  • tekanan darah meningkat
  • berkeringat dingin
  • mual hingga muntah
  • luka pada sekat rongga hidung
  • kehilangan nafsu makan
  • turunnya berat badan

b.Kokain

Kokain adalah salah satu zat adiktif yang sering disalahgunakan. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan, seperti untuk meningkatkan daya tahan, stamina, mengurangi kelelahan, rasa lapar dan untuk memberikan efek eforia.

Dampak jangka pendek lain penggunaan kokain adalah depresi, paranoid, serangan jantung, kejang, stroke dan psikosis
denyut jantung bertambah cepat
Efek Negatif/Bahaya :

  • gelisah
  • rasa gembira berlebihan
  • rasa harga diri meningkat
  • banyak bicara
  • kejang-kejang
  • pupil mata melebar
  • berkeringat dingin
  • mual hingga muntah
  • mudah berkelahi
  • pendarahan pada otak
  • penyumbatan pembuluh darah
  • pergerakan mata tidak terkendali
  • kekakuan otot leher

c.Cannabis/ganja

Semua bagian dari tanaman ini mengandung kanabinoid psikoaktif. Tanaman ganja biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil - kecil dan digulung menjadi rokok disebut joints(di Indonesia disebut pocong). Akan mengikat pikiran dan dapat membuatmu menjadi ketagihan.

Bentuk yang paling poten berasal dari sari tanaman ganja yang dikeringkan dan berwarna coklat-hitam yang disebut hashish atau hash.

Ganja dikenal dapat memicu psikosis, terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang (gen) schizophrenia. Ganja juga bisa memicu dan mencampuradukkan antara kecemasan dan depresi.

Asap ganja mengandung tar 3 kali lebih banyak dan karbonmonoksida 5 kali lebih banyak daripada rokok biasa.

THC(delta-9-tetrahydrocannabinol) disimpan di dalam lemak pada tubuh dan dapat dideteksi sampai enam minggu setelah memakai.
Efek Negatif/Bahaya :

  • kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair
  • sering melamun
  • pendengaran terganggu
  • selalu tertawa
  • terkadang cepat marah
  • tidak bergairah
  • gelisah
  • dehidrasi
  • tulang gigi keropos
  • liver
  • saraf otak dan saraf mata rusak
  • skizofrenia (Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin yaitu salah satu sel kimia dalam otak )
  • mata sembab


2.Psikotropika

Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, kadang-kadang disertai dengan timbulnya halusinasi (gangguan persepsi visual dan pendengaran), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan.
Jenis-jenis yang termasuk psikotropika

-Ecstasy atau Ineks

Ecstasy (methylen dioxy methamphetamine)MDMA adalah salah satu jenis narkoba yang di buat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet.

Ekstasi akan mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. Kekurangan cairan tubuh dapat terjadi sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama, yang sering menyebabkan kematian.

Zat-zat kimia yang berbahaya sering dicampur dalam tablet atau kapsul ecstasy.

Zat-zat ini justru seringkali lebih berbahaya dibandingkan kandungan ecstasy yang ada. Ecstasy ini mempengaruhi reseptor dopamin di otak sehingga bila efek zat ini habis dapat menimbulkan depresi dan paranoid.
Efek Negatif/Bahaya :
  • berkeringat
  • enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat,
  • sulit tidur
  • kerusakan saraf otak
  • dehidrasi
  • gangguan liver
  • tulang dan gigi keropos
  • tidak nafsu makan
  • saraf mata rusak


-Shabu-shabu
Nama kimianya adalah methamphetamine. Berbentuk kristal seperti gula atau bumbu penyedap masakan. Obat ini berbentuk kristal maupun tablet, tidak mempunyai warna maupun bau

Obat ini mempunyai pengaruh yang kuat terhadap syaraf diantaranya:
-Merasa nikmat, eforia, waspada, enerjik, sosial & percaya diri (bila digunakan lebih dari biasanya).
Efek Negatif/Bahaya :
  • paranoid dan depresi
  • sulit tidur
  • sulit berfikir
  • kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali pernafasan hingga merasa sesak nafas
  • banyak bicara
  • denyut jantung bertambah cepat
  • pendarahan otak
  • shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.
  • Meningkatkan perilaku berisiko.
  • Agitasi(mengamuk), agresi(menyerang), cemas, panik.
  • Mual, berkeringat, geraham lengket, gigi terus mengunyah.
  • Meningkatkan perilaku berisiko.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Gangguan jiwa berat.




2.3. Efek Penyalahgunaan narkoba.

1.Stimulan

-Meningkatkan aktivitas pada susunan saraf pusat (pemompaan darah semakin cepat, detak jantung dan nafas meningkat, dsb.)

-Mempercepat proses mental, membuat orang waspada, dan bersemangat.

-Contoh : Kafein, nikotin, amfetamin dan sejenisnya, kokain, Ritalin, deksamfetamin, dsb.


2.Depresan

-Memperlambat aktivitas pada susunan syaraf pusat.

-Membuat orang menjadi lebih santai dan kurang sadar akan sekelilingnya.

-Contoh : Alkohol, Valium, Rohypnol, Serapax, Temazapan, kodein, Panadin, heroin, opium, morfin, dsb.


3.Halusinogen

-Secara signifikan dapat mengubah dan menyebabkan gangguan tentang persepsi, kondisi pikiran, dan lingkungan.

-Gangguan itu menyebabkan penggunanya melihat atau mendengar sesuatu sangat berbeda dari sebenarnya (atau sebenarnya tidak ada).

-Contoh : Lysergic Acid Diethylamine (LSD), jamur ajaib, Meskalin, biji peyote, dsb.

4.Entaktogen
termasuk stimulan yang telah dimodifikasi yang juga memiliki sifat-sifat halusinogen.

5.Kanabinoid
termasuk kelompok unik yang mempengaruhi reseptor tertentu pada otak.


2.4. Faktor penyebab remaja menggunakan Narkoba.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan remaja mengkonsumsi narkoba yaitu sebagai berikut:

-Faktor orang tua dan keluarga
Salah satu temuan tentang remaja narkoba adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia,Manajemen keluarga yang buruk,Konflik keluarga,Orang tua menggunakan narkoba, keluarga broken home, orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi pengkonsumsi narkoba dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia.


-Faktor Ingin Tau
Banyak alasan remaja kini “mencoba Narkoba hanya karena ingin tahu”, padahal narkoba memiliki efek ketergantungan dan sangat berbahaya sekali. Mungkin juga karena ingin mengobati rasa sakit fisik maupun jiwa, mengusir bosan.

-Faktor Teman/sekolah

Gengsi ,Kegagalan akademis, Komitmen yang rendah terhadap sekolah, Intimidasi / ancaman, Teman sebaya yang menyimpang, Teman menggunakan narkoba.

-Faktor Lingkungan sekitar

Hubungan lingkungan yang renggang, Ketidakteraturan di masyarakat, Jaringan dengan masyarakat, dan Norma dan hukum yang pro narkoba

-Faktor Pribadi

Sikap menantang,Penggunaan narkoba lebih awal, Dorongan kuat untuk mengkonsumsi ,Teman memakai narkoba, Mencari sensasi.


2.5. Tahapan penyalahgunaan narkoba


1. Tahap coba-coba

Awalnya hanya pengin tahu dan memperlihatkan kehebatan. Kebanyakan tidak melanjutkan tahap ini. Tapi, ada beberapa dari kita yang lanjut ke proses yang lebih "canggih".

2. Kadang-kadang atau pemakaian reguler

Sebagian setelah tahap coba-coba kemudian melanjutkan pemakaian psikoaktif sehingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, karena pemakaian bahan-bahan tersebut masih terbatas, tidak ada perubahan mendasar yang dialami pemakai. Mereka tetap bersekolah dan melakukan kegiatan lainnya.

3. Ketagihan

Pada tahap ini frekuensi, jenis, dan dosis yang dipakai meningkat, termasuk bertambahnya pemakaian bahan-bahan berisiko tinggi gangguan fisik, mental, dan masalah-masalah sosial makin jelas. Tahap ini sering disebut tahap kritis karena ada bahaya yang nyata. Meskipun demikian, pada beberapa pemakai (dengan bantuan) masih bisa berhenti pada tahap ini.

4. Ketergantungan

Merupakan bentuk ekstrem dari ketagihan, upaya mendapatkan zat psikoaktif dan memakainya secara reguler merupakan aktivitas utama sehari-hari mengalahkan semua kegiatan lain, kondisi fisik, dan mental terus-menerus menurun, hidup sudah kehilangan makna. Keadaan pemakai selalu membutuhkan obat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar, baik fisik maupun psikologis. Ketergantungan fisik, misalnya badan menjadi lemah dan sendi-sendi terasa nyeri kalau tidak menggunakan obat dalam jangka waktu tertentu. Ketergantungan secara psikologis ditunjukkan oleh adanya perasaan tidak percaya diri dalam pergaulan sehari-hari kalau tidak menggunakan obat.


2.6. Upaya Pencegahan.


1.Memperkuat iman dan selalu mendekatkan diri kepada Allah s.w.t.
2.Komunikasi yang baik.
3.Memilih lingkungan pergaulan yang sehat.
4.Jangan merokok karena rokok langkah awal menuju narkoba.
5.Menjauhi pergaulan bebas.
6.Berfikiran Positif.



BAB III
PENUTUP

3.1.Kesimpulan.

Dari hasil kajian dapat disimpulkan bahwa narkoba lebih banyak efek negatifnya daripada efek positif dalam kesehatan. Penyalahgunaan narkoba hanya menambah dosa , Masa depan suram, Pembodohan, Dekat dengan kematian, jauh dari teman.

3.2. Saran

1. Jauhi lah rokok.
2. Di adakan study tentang bahaya - bahaya penyalahgunaan narkoba di setiap sekolah,
3. Mengajak orang tua mengawasi anaknya.
4. Mendekatkan diri kepada Allah s.w.t
Setelah membaca kartulis ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya narkoba bagi kesehatan dan masa depan mereka.




Daftar pustaka:
http://www.e-dukasi.net
http://kaskus.us

Sumber : http://mencari-tau.blogspot.com/2010/01/contoh-karya-tulis-bahaya-narkoba.html



Selasa, 06 November 2012


Judul : Makalah Dampak Positif Dan Negatif Internet Terhadap Pelajar


                                                                        MAKALAH

DAMPAK POSITIP DAN NEGATIP INTERNET

TERHADAP PELAJAR








______________________________________________________________________





KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillahirabbil’alamin kami panjatkan kehadirat Allah SWT, kami telah menyelesaikan makalah yang berjudul “ Dampak Positip dan Negatip Internet Terhadap Pelajar ”
Makalah ini dibuat untuk menganalisis berbagai dampak positip dan negativ internet terhadap pelajar melalui metode pengamatan dan tinjauan pustaka.
Kami tak lupa menyampaikan terima kasih kepada :
1. Ibu Shofiah, S.Pd Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia selaku Pembimbing Penyusunan Makalah.

2. Semua pihak yang ikut membimbing , mengarahkan dan membantu penyusunan makalah ini.
Harapan kami semoga makalah ini bisa bermanfaat dan menjadikan referensi bagi kita sehinga dapat mengantisipasi berbagai dampak positip dan negatip internet.
Makalah yang kami buat ini tentunya masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan masukan yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan makalah ini.
Bondowoso, 6 Januari 2011
Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman Judul ii
Kata Pengantar iii
Daftar Isi iv
Bab I. Pendahuluan 1
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Tujuan Penulisan 1
1.3. Ruang Lingkup 1
1.4. Sumber Data 2
1.5. Metode 2
Bab II. Pembahasan dan Isi 3
2.1. Internet dan perkembangannya 3
2.2. Dampak positip internet terhadap pelajar 4
2.3. Dampak negatip internet terhadap pelajar  6
Bab III. Penutup  11
3.1. Simpulan  11
3.2. Saran  11
Daftar Pustaka  13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latarbelakang

Dengan hadirnya internet yang merupakan pengembangan teknologi komunikasi dan informasi, maka semakin mudah mengakses berbagai informasi secara internasional. Internet merupakan Interconnection Networking secara global karena merupakan jaringan komputer dalam skala internasional. Internet merupakan salah satu sumber belajar bagi pelajar, karena dengan menggunakan internet pelajar dapat mengakses informasi-informasi secara cepat dan mudah. Bahkan berbagai sumber informasi dari berbagai media dapat dimodifikasi melalui internet.

Perkembangan teknologi yang semakin modern dan canggih ini bukan hanya memberi manfaat bagi penggunanya tapi juga menimbulkan pengaruh yang negatif bagi penggunanya, terutama bagi kalangan pelajar. Informasi-informasi atau situs-situs yang dapat diakses dari internet ada yang bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan tapi ada juga yang dapat merusak mental dari kalangan pelajar yaitu situs-situs porno.

Dengan adanya internet yang dapat mempengaruhi sisi baik dan sisi jelek dari pengguna internet terutama dikalangan pelajar, maka dapat menarik perhatian kami untuk melakukan penelitian ini, sekaligus menganalisis dampak positip dan dampak negatip internet terhadap pelajar.
1.2. Tujuan Penulisan
1. Menambah pengetahuan tentang pengaruh internet terhadap penggunanya
2. Menambah pengetahuan tentang dampak positip dan negatip internet bagi pelajar.
1.3. Ruang Lingkup

Ruang lingkup penulisan makalah ini adalah mencakup pengaruh atau dampak internet terhadap penggunanya. Dampak yang ditimbulkan oleh internet terhadap pelajar dapat bersifat positip dan dapat bersifat negatip. Antisipasi perlu dilakukan agar pelajar tidak kecanduan internet.
1.4. Sumber Data
4.1. Tinjauan pustaka tentang pengertian dan sejarah internet
4.2. Pengamatan langsung terhadap perilaku pelajar sebagi pengguna internet
4.3. Tinjauan pustaka tentang dampak positip dan negatip internet terhadap pelajar.
1.5. Metode
Metode yang kami gunakan untuk penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
5.1. Tinjauan Pustaka
5.2. Pengamatan langsung
Kami mempergunakan metode ini dengan pertimbangan karena metode ini sangat relevan untuk penulisan makalah dampak positip dan negatip internet terhadap pelajar.

BAB II

PEMBAHASAN DAN ISI
2.1. Internet dan perkembangannya

Internet sendiri berasal dari kata International Networking, yang maksudnya adalah dua komputer atau lebih yang saling berhubungan kemudian membentuk jaringan komputer hingga meliputi jutaan komputer di dunia (internasional), yang saling berinteraksi dan juga saling bertukar informasi.

Sedangkan pengertian internet menurut segi ilmu pengetahuan, internet adalah sebuah perpustakaan besar yang didalamnya terdapat jutaan (bahkan milyaran) informasi atau data yang dapat berupa teks, grafik, audio maupun animasi dan lain lain dalam bentuk media elektronik. Semua orang bisa berkunjung ke perpustakaan tersebut kapan saja serta dari mana saja, jika dilihat dari segi komunikasi, internet adalah sarana yang sangat efektif dan efesien untuk melakukan pertukaran informasi jarak jauh maupun jarak dekat, seperti di dalam lingkungan perkantoran, tempat pendidikan, atapun instansi terkait.

Pada awalnya internet adalah suatu jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Amerika Serikat pada awal tahun 60 an, pada waktu itu mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software computer berbabis UNIX bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Dulunya internet dikenal sebagai suatu wadah bagi para peneliti untuk saling bertukar informasi yang kemudian dimanfaatkan oleh perusahaan komersil sebagai sarana bisnis mereka, dan pada saat ini pengguna internet tersebar di seluruh dunia telah mencapai jumlah lebih dari dua ratus lima puluh juta orang, dan jumlah itu masih akan terus bertambah lagi.

Bertambahnya jumlah pengguna akses internet tersebut memang sangat wajar sekali, saat ini internet bukan hanya digunakan sebagai sarana komunikasi atau pun sarana mencari informasi saja, tetapi juga telah digunakan sebagai sarana untuk jejaring social seperti e-mail dan facebook serta kini digunakan untuk bisnis mencari uang. Harga tarif akses internet pun saat ini juga telah lebih murah jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. dan pengguna akses internet pun bukan hanya orang yang berada di wilayah perkotaan saja, orang yang tinggal di pedesaan pun juga dapat mengakses internet.

Quarterman dan Mitchell membagi kegunaan internet dalam empat kategori, yaitu:

2.1.1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

2.1.2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

2.1.3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

2.1.4. Fungsi komunitas, internet membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia. Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya. Karena sifat internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet sering disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).

2.2. Dampak positip internet terhadap pelajar

Internet telah banyak membantu manusia dalam segala aspek kehidupan sehingga internet mempunyai andil penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet apapun dapat kita lakukan baik positif maupun negative. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia.

Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.

Internet sangat memberikan pengaruh positip bagi pelajar. Kemajuan dunia informasi memberikan manfaat positif pada keberadaan internet. Banyak pelajar yang mendapatkan ilmu dengan bantuan internet. Bahkan tugas-tugas sekolah pun kini terasa lebih mudah dengan mencarinya di internet.

Kalau dulu, orang harus membuka berbagai jenis buku dan koran untuk mencari tahu tentang suatu info. Atau dengan menyimak radio dan tv. Tapi kini, cukup dengan bantuan internet, semua info seakan membanjir.

Banyak pelajar yang sudah fasih dengan manfaat dan kegunaan situs-situs tertentu. Cukup dengan berkunjung ke wikipedia, misalnya, sesuatu masalah telah terselesaikan. Mereka juga dengan mudahnya googling untuk mencari tugas dari sekolah.

Selain mempermudah tugas sekolah, internet juga membantu pelajar untuk mengembangkan diri. Mereka bisa tahu tentang info beapelajar, info lomba, dan berbagai info bermanfaat lainnya.

Pelajar juga dapat menggunakan internet untuk membuka wawasan dan memperluas pergaulan mereka. Mereka dapat berteman dengan siapa saja dari mana saja. Pelajar pun dapat berlatih kemampuan bahasa asing yang mereka miliki dari teman-teman baru yang didapatnya dari internet. Berbagai manfaat internet bagi pelajar antara lain yaitu :


2.2.1.1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

2.2.1.2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

2.2.1.3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

2.2.1.4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.

2.2.1.5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain

2.2.1.6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

Dampak positip internet terhadap pelajar sangat besar. Dari pengamatan penggunaan internet bagi pelajar pada warnet, bisa diketahui bahwa semakin lama penggunaan internet semakin penting sebagai sarana komunikasi pelajar terutama pada kalangan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Fasilitas internet seperti e-mail, situs web ( www ), YM ( Yahoo Massenger ) dan jejaring social facebook sudah sangat popular di antara para pelajar, baik sebagai sarana komunikasi maupun alat untuk mencari data untuk penelitian lain juga sebagai alat untuk memperluas pergaulan dan perkenalan antar pengguna internet. Selain itu, penggunaan internet telah menimbulkan adanya bahasa baru yang dikenal sebagai ‘bahasa internet’. Memang, bahasa yang dipakai dengan menggunakan internet tergantung pada siapa dan dengan siapa pengguna internet berkomunikasi.

Karena dampak positif internet bagi pelajar sangat banyak, maka mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menggunakan internet sebagai sarana komunikasi yang tercepat dan tercanggih untuk saat ini dengan resiko menerima dampak negatifnya.


2.3. Dampak negatip internet terhadap pelajar

Dampak Negatif Penggunaan Internet secara umum adalah sebagai berikut :

2.3.1. Cybercrime

Adalah kejahatan yang di lakukan seseorang dengan sarana internet di dunia maya yang bersifat.

• Melintasi batas Negara

• Perbuatan dilakukan secara illegal

• Kerugian sangat besar

• Sulit pembuktian secara hukum

Bentuk-bentuk cybercrime sebagai berikut :

1. Hacking

Usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi atupun mencari kelemahan system jaringan.

2. Cracking

Usaha memasuki secara illegal sebuah jaringan dengan maksud mencuri, mengubah atau menghancurkan file yang di simpan padap jaringan tersebut.

2.3.2. Pornografi

Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.


2.3.3. Violence And Gore

Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

2.3.4. Penipuan

Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

2.3.5. Carding

Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

2.3.6. Perjudian

Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang). Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.

Walaupun banyak manfaat positif yang dapat diperoleh pelajar dari internet. Namun tidak sedikit pula pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh internet.

Beberapa berita melansir adanya penculikan anak atau kasus pelarian anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar yang berawal dari situs pertemanan atau jejaring sosial facebook di internet. Sifat anak yang mudah percaya pada siapapun memungkinkan terjadinya hal tersebut.

Pornografi adalah pengaruh negatif internet lainnya. Banyak pelajar yang ditengarai sering berkunjung ke situs-situs yang berisi gambar atau cerita porno. Hal ini tentu saja merupakan situasi yang sangat memprihatinkan.

Kecanduan permainan online yang melanda pada pelajar juga merupakan pengaruh negatif internet. Kecanduan dan ketergantungan dapat membuat pelajar kehabisan waktu dan energi untuk bermain. Akibatnya prestasi pelajar pun menurun.

Dampak negatif internet pelajar yang makin hari semakin terasa memprihatinkan terutama pornografi dan jejaring social facebook. Banyak yang tidak menyadari akan pengaruh negatif internet khususnya facebook ini. Mungkin karena sudah kecanduan dengan internet atau facebook. Tapi justru inilah yang berbahaya, yang tidak disadari. Pengguna internet atau khususnya facebook di dominasi oleh para remaja usia 14-24 tahun sebanyak 61,1%.

Berikut ini dampak negatip internet khususnya facebook bagi pelajar :

1. Tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya

Orang yang terlalu asyik dengan dunia yang diciptakannya sendiri sehingga tidak peduli dengan orang-orang disekitarnya. Hal ini sering dilakukan orang yang kecanduan internet atau Facebook. Tidak peduli dengan lingkungan sekitar, dunianya berubah menjadi dunia internet atau facebook.

2. Minimnya sosialisasi dengan lingkungan

Ini dampak dari terlalu sering dan terlalu lama bermain internet atau facebook. Ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial pelajar. Mereka yang seharusnya belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu lebih banyak di dunia maya bersama teman teman facebooknya yang rata rata membahas sesuatu yang nggak penting. Akibatnya kemampuan verbal pelajar menurun.

3. Boros

Akses internet khususnya untuk membuka facebook jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan ( terlebih kalau akses dari warnet ). Dan biaya internet di Indonesia yang cenderung masih mahal bila dibanding negara negara lain (mereka sudah banyak yg garatis). Ini sudah bisa dikategorikan sebagai pemborosan, karena tidak produktif. Lain soal jika mereka menggunakannya untuk kepentingan bisnis.

4. Mengganggu kesehatan

Terlalu banyak melihat di depan monitor tanpa melakukan kegiatan apa pun, tidak pernah olah raga sangat beresiko bagi kesehatan. Penyakit akan mudah datang. Telat makan dan tidur tidak teratur. Obesitas ( kegemukan ), penyakit lambung ( pencernaan ), dan penyakit mata adalah gangguan kesehatan yang paling mungkin terjadi.

5. Waktu belajar berkurang

Ini sudah jelas, terlalu lama bermain internet atau facebook akan mengurangi jatah waktu belajar si pelajar. Bahkan ada beberapa yang masih asyik bermain facebook saat di sekolah.

6. Kurangnya perhatian untuk keluarga

Keluarga di rumah adalah nomor satu. Slogan tersebut tidak lagi berlaku bagi para pecandu internet atau facebookers. Buat mereka temen temen di facebook adalah nomor satu. Tidak jarang perhatian mereka terhadap keluarga menjadi berkurang.

7. Tersebarnya data pribadi

Beberapa facebookers memberikan data mengenai dirinya dengan sangat detail. Biasanya ini untuk orang yang baru kenal di internet hanya sebatas facebook saja. Mereka tidak tahu resikonya menyebarkan data pribadi di internet. Ingat data data di internet mudah sekali bocor, apalagi facebook yang gampang sekali di hack!

8. Mudah menemukan sesuatu berbau pornografi dan sex

Mudah sekali bagi para pecandu internet atau facebookers menemukan sesuatu yang berbau porno dan sex. Karena kedua hal itu yang paling banyak dicari di internet dan juga paling mudah ditemukan. nah, inilah fakta tidak dewasanya pengguna intenet Indonesia. Di facebook akan sangat mudah menemukan grup sex, grup tante kesepian, grup cewek bispak dsb.

9. Rawan terjadinya perselisihan

Tidak adanya kontrol dari pengelola jaringan internet atau khususnya facebook terhadap para anggotanya dan ketidakdewasaan pengguna internet atau facebook itu sendiri membuat pergesekan antar facebookers sering sekali terjadi.

10. Rawan penipuan

Facebook juga rawan terhadap penipuan seperti media media lainnya, Apalagi bagi anak anak pelajar yang kurang mengerti tentang seluk beluk dunia internet. Bagi si penipu sendiri, kondisi dunia maya yang serba anonim jelas sangat menguntungkan. Belakangan penipuan via facebook kian merajalela.


BAB III

PENUTUP
3.1. Simpulan

Melihat dampak negatif dan positif dari teknologi informasi dan komunikasi khususnya Internet di atas, dapat disimpulkan bahwa bila dibandingkan dengan dampak negatif maka dampak positifnya adalah jauh lebih banyak, jadi tidak mungkin kalau sampai dilarang di Inonesia.

Internet memberikan manfaat yang begitu besar bagi pelajar tetapi di lain pihak internet menjadi suatu media informasi yang tidak mudah untukdi batasi. Berbagai macam informasi dalam berbagai bentuk dan tujuan bercampur menjadi satu di mana untuk mengaksesnya hanya perlu satu sentuhan jari saja. Berbagai informasi dengan mudah didistribusikan kepada pemakai internet.

Terlepas dari dampak yang mungkin akan timbul, internet tetap merupakan suatu teknologi baru di bidang komputer dan komunikasi yang mampu memberikan berbagai kemudahan bagi para pelajar. Dalam beberapa tahun ke depan dapat dipastikan bahwa internet akan menjadi tulang punggung perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.


3.2. Saran

Untuk mengatasi atau lebih tepat mencegah dampak negatif terutama untuk pelajar atau remaja adalah sebagai berikut :

1. Online block : banyak dari pelayanan komersil, seperti American Online dan Prodigy mempunyai mekanisme untuk mengakses daerah terlarang dan tidak tepat untuk anak-anak atau pelajar. Jika anda bergabung pada pelayanan online, akrabkan dengannya dan gunakan dengan persetujuan. Khusus di Indonesia, Radnet – salah satu provider yang ada di Indonesia memang telah memblokir majalah-majalah porno yang terdapat di Internet seperti Playboy dan Penthouse.

2. Cheklist : yakinkan bahwa anak-anak dan remaja tahu mana yang boleh dan tidak boleh. Jangan pernah berikan informasi pribadi kepada orang asing. Jangan melakukan pertemuan face to face dengan user yang lain tanpa persetujuan keluarga. Selalu ingat bahwa anonimitas (ketakbernamaan) dari Net dapat membuat orang menyembunyikan umur dan identitasnya.

3. Menunggu : tetaplah nongkrong ketika anak-anak sedang melakukan sesuatu. Tanyakan favorit apa yang mereka lihat, biarkan mereka mengajarkan pada Anda beberapa ‘stroke’net. Jika Anda concern pada kegiatan anak pada online, cobalah berbicara pada mereka tentang hal tersebut. Buatlah komputer menjadi kegiatan keluarga sehingga dapat dinikmati dan didiskusikan bersama oleh seluruh keluarga.

4. Lihatlah jam : Perhatikan berapa yang harus dibayar ketika anak menghabiskan waktunya di online. Banyak tagihan untuk BBS atau Online service. khususnya pada larut malam, mungkin merupakan indikasi dari suatu masalah.

5. Special Software : Pertimbangkan pembelian software pembersih seperti Surfwatch, yang mana akan melindungi computer yang meload dari salah satu tempat access pada Internet yang diketahui berisi hal-hal sexual. Suatu usaha untuk mencari halaman Penthouse Web, sebagai contoh,menghasilkan tulisan di layar “Block by Surfwatch”.

6. Anda tidak sendiri : Persatuan orang tua dan guru di sekolah atau kelompok lainnya yang concern terhadap masalah itu bersama- sama akan membawa kita ke tempat dimana kita dapat bertukar pengalaman dan mendapatkan support dari orang yang menghadapi masalah yang sama. Juga katakan pada tetangga, karena upaya Anda akan sia-sia jika anak di seberang rumah tanpa batas.


DAFTAR PUSTAKA

http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-internet/
http://www.scribd.com/doc/21330504/Pengertian-Internet
http://octahyuuga.wordpress.com/2009/03/02/dampak-negatif-dan-positif-dari-internet/
http://yayang08.wordpress.com/2008/05/07/dampak-internet-bagi-pelajar/
http://www.anneahira.com/pengaruh-internet-terhadap-prestasi-belajar-pelajar-5344.htm
http://qotrinnidaaz.blogspot.com/2009/11/dampak-positif-dan-negatif-internet.html
http://mengutipilmu.blogspot.com/2012/11/contoh-makalah-pengaruh-internet-bagi.html 

Sumber : http://mengutipilmu.blogspot.com/2012/11/makalah-dampak-positip-dan-negatip.html


Contoh Makalah Globalisasi : Dampak Globalisasi di Negara Kepulauan Tropika




DAMPAK  GLOBALISASI DI NEGARA KEPULAUAN TROPIKA (*)

Abstrak

Globalisasi adalah suatu aktifitas, keputusan, atau kejadian yang terjadi di satu tempat di permukaan bumi yang secara signifikan menimbulkan dampak terhadap komunitas di permukaan bumi lainnya, Globalisasi tidak sama dengan internasionalisasi. Proses globalisasi tidak berdampak seragam secara spasial karena setiap Negara atau region atau daerah lokal tertentu memiliki karakteristik tersendiri. Oleh karena itu proses globalisasi akan menghasilkan daya tolak dalam bentuk proses regionalisasi atau lokalisasi.

Indonesia, sebagai Negara kepulauan terbesar dari 86 negara kepulauan di dunia, yang terletak di daerah tropika, dikenal memiliki keanekaragaman yang tinggi baik hayati maupun non hayati, Hal ini yang menarik untuk dilakukan studi, secara teoritis eksploratif, untuk menemukan bentuk  bagaimana sebenarnya fenomena geografis dampak globalisasi yang melanda Indonesia sebagai Negara kepulauan tropika.

PENDAHULUAN

Dalam pandangan geograf, paling tidak ada empat fenomena global yang melanda dunia dewasa ini yaitu fenomena yang berkaitan dengan perbatasan antar Negara, ketimpangan ekonomi Negara Negara di dunia, globalisasi dan kecenderungan penyebaran penyakit secara global (Haggett, 2001). Hasil kajian pada beberapa kasus di Indonesia, ke empat fenomena tersebut telah dan sedang terjadi di Indonesia, dan akan cenderung semakin intensif di masa datang (Harmantyo, 2006). Hal menarik dari hasil studi tersebut dapat memperkaya wawasan geograf Indonesia dalam melihat berbagai fenomena yang sedang berlangsung baik dalam tataran nasional, regional maupun internasional. Berbagai fenomena geografis tersebut memberikan indikasi adanya kecenderungan kehidupan manusia sedang menuju kepada satu tatanan global berlandaskan berbagai keragaman yang ada. Unity in diversity.

Kemajuan ilmu pengetahuan khususnya di bidang teknologi mampu mengubah tatanan kehidupan manusia. Perkembangan teknologi transportasi membuat jarak tempuh semakin dekat. Pada awal kemerdekaan Indonesia, waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak dari Sabang hingga Merauke masih dalam satuan mingguan atau bahkan bulanan, saat ini hanya dibutuhkan waktu beberapa jam. Kita dapat mengelilingi bumi sepanjang 41.000 km hanya dalam waktu kurang dari dua hari. Perkembangan teknologi transportasi telah mampu menekan biaya distribusi barang import maupun eksport sehingga tingkat harga konsumen semakin rendah yang pada gilirannya mampu meningkatkan jumlah penjualannya serta meningkatkan jumlah keuntungan perusahaan.

Seiring dengan perkembangan teknologi transportasi, teknologi telekomunikasi dan komputasi juga berkembang secara lebih pesat. Perkembangan teknologi informasi ini mampu menekan kebutuhan penggunaan sarana transportasi karena dalam beberapa hal dapat dilakuikan melalui komunikasi teleconference via internet. Saat ini suatu keputusan penting dapat diambil secara “real-time”  dengan dukungan sistem pengambilan keputusan berbasis jaringan komputer. Sistem on-line mampu membuktikan bahwa dunia saat ini memang tanpa batas (borderless).

Jika demikian fenomenanya, bagaimana dengan ilmu geografi yang memiliki beragam konsep dan teori keruangan (spatial theory), apakah akan tereliminasi? Apakah “the end of geography” sedang berlangsung?  Bagi para geograf, pertanyaan tersebut merupakan tantangan yang harus  dihadapi. Oleh sebab itu, berlangsungnya proses divergensi dan konvergensi perkembangan ilmu pengetahuan yang terjadi dewasa ini, termasuk teknologi, perlu terus menerus diikuti  sebagai bagian pengkayaan bidang ilmu Geografi.

Studi ini merupakan bagian dari upaya untuk mengetahui “wilayah abu abu” interrelasi perkembangan disiplin ilmu lain seperti ekonomi, ekologi, sosial budaya dan teknologi, secara konseptual teoritis, terutama untuk mengetahui interaksinya dalam dimensi keruangan dalam konteks issue globalisasi di Negara kepulauan tropika.

APRESIASI KONSEP GLOBALISASI

Dalam bahasan selanjutnya, pengertian globalisasi akan ditinjau dari perspektif geografi. Hal ini sekedar untuk menghindari debat panjang yang barangkali tidak akan dapat diselesaikan pada tulisan singkat ini. Batasan tersebut sekaligus untuk dapat menghasilkan hasil studi yang lebih komperhensif tentang informasi dampak globalisasi yang sedang melanda Negara kepulauan tropika, Indonesia.

Istilah globalisasi dalam konsep kultural mulai diperkenalkan pada tahun 1960-an oleh Marshall McLuhan melalui istilah “global village” (Haggett, 2001 p.589). Hasil observasinya menunjukkan bahwa perkembangan teknologi komunikasi berdampak pada kehidupan sosial budaya masyarakat pedesaan. Teknologi komunikasi mampu mempersingkat waktu dan memperpendek jarak interaksi penduduk dalam melakukan aktiftitas ekonomi, sosial budaya, politik pada tataran global. Sekedar contoh, masyarakat di pedesaan saat ini sudah terbiasa dengan minuman coca cola yang pada awalnya hanya dinikmati oleh masyarakat kota besar.

Ciri globalisasi dalam perspektif geografi dapat digolongkan atas dua bentuk yaitu, pertama, fenomena semakin luasnya wilayah pengaruh suatu peristiwa, aktifitas atau keputusan, dan ke dua, fenomena semakin intensifnya proses yang berlangsung dalam suatu wilayah pengaruh. Interaksi manusia dan lingkungan dapat terjadi dalam empat tingkatan yaitu, pertama, pada tingkatan lokal hanya terjadi interaksi manusia dan lingkungannya, ke dua, pada tingkatan regional terjadi pertukaran antar regional (interregional relationship), ke tiga, pada tingkatan globalisasi terjadi pertukaran global, dan ke empat, pada tingkatan global terjadi hubungan manusia dan lingkungan secara global.

Ada perdebatan yang menarik dalam konteks globalisasi yaitu munculnya istilah internasionalisasi. Fenomena perkembangan kehidupan ekonomi yang didasarkan pada prinsip ekspansi modal (kapitalisasi) menurut teori imperalisme Lenin, membentuk jaringan multi nasional seperti yang terjadi saat ini. Meluasnya jaringan multinasional tersebut berkembang menerobos batas antar Negara lebih menunjukkan pola perkembangan aktifitas ekonomi (internasionalisasi) dan bukan ciri globalisasi dalam perspektif geografi.

Dalam kenyataannya, perubahan global tersebut tidak menghasilkan bentuk yang seragam di berbagai Negara. Masing masing Negara, region atau daerah lokal tertentu memiliki cara tersendiri dalam menghadapi perubahan global sesuai karakteristik wilayahnya. Perbedaan kondisi sosio-kultural penduduk lokal akan menghasilkan wilayah dampak globalisasi yang berbeda. Kekuatan lokal tersebut yang kemudian melahirkan konsep lokalisasi dan regionalisasi sebagai reaksi terhadap konsep globalisasi.

Globalisasi, seperti telah diuraikan sebelumnya, merupakan suatu aktiftas, keputusan atau kejadian di satu tempat di muka bumi yang berdampak nyata pada kehidupan manusia di bagian bumi lainnya. Globalisasi menghasilkan berbagai gejala keruangan seperti “hilangnya ruang geografis”, perubahan ruang geoekonomi, berkembangnya kota berdimensi global, munculnya issue lingkungan global.

FENOMENA GLOBALISASI

Indonesia, sebagai Negara kepulauan tropika memiliki karakteristik unik yaitu beriklim hujan hutan tropis memperoleh sinar matahari sepanjang tahun dan oleh karena itu memiliki keanekaragaman flora dan fauna (biodiversity), memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dengan kemajemukan suku bangsa, pola sebaran penduduk yang tidak merata dan keragaman kondisi fisik wilayah.

Sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia yang terdiri dari sekitar 17.000 pulau dengan lima pulau terbesar memiliki daratan seluas 1.91 juta km2 dari luas wilayah kedaulatan Indonesia sekitar 5.8 juta km2, dua per tiganya terdiri dari laut. Indonesia memiliki 10 negara tetangga yang berbatasan langsung (berbatasan darat dengan tiga Negara) yang memiliki peran penting dalam konteks pengembangan perekonomian Indonesia bersaing dalam percaturan global. Sampai saat ini Indonesia belum memiliki pelabuhan laut skala internasional seperti Singapura dalam jalur perdagangan global. Teknologi tansportasi laut saat ini masih merupakan tulang punggung utama dalam perdagangan global.

Berbeda dengan transportasi laut, teknologi transportasi udara memiliki peran sentral dalam pertukaran komoditas dagang lainnya yang tidak terkendala dalam berat atau volume. Indonesia sudah memiliki bandara internasional yang merupakan salah satu node dalam jaringan penerbangan internasional sehingga mampu untuk bersaing dalam tataran global, walaupun masih dalam jumlah yang masih terbatas seperti bandara Polonia Medan, bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, bandara Hang Nadiem Batam dan bandara Ngurah Rai Denpasar.

Walaupun pada awalnya istilah globalisasi dipicu oleh perkembangan teknologi komunikasi, konvergensi teknologi komunikasi dan teknologi komputer pada tahun 1990-an menghasilkan suatu sistem yang saat ini kita kenal sebagai sistem jaringan komputer luas atau internet. Teknologi informasi ini yang sesungguhnya menyebabkan peningkatan akselerasi proses globalisasi. Proses diseminasi informasi berbagai fenomena geografis secara “nyaris” real-time dapat diterima oleh pengguna kapanpun dan di manapun. Perkembangan teknologi informasi menuju ke arah peningkatan proses pemampatan ruang dan waktu sehingga, di satu sisi akan tampak luasnya wilayah Indonesia bukanlah faktor penghambat dalam melakukan diseminasi keputusan atau kebijakan.  Demikian pula, dinamika sosial cultural dapat diketahui dengan cepat oleh para pengambil keputusan di pusat, tanpa hambatan ruang geografis.

Sebagaimana telah diutarakan, perkembangan teknologi informasi sebagai pemicu globalisasi mempengaruhi strategi dalam menjalankan roda perekonomian baik dalam tatan lokal, nasional, regional maupun global. Merambahnya perusahaan multinasional yang cenderung merata ke semua Negara di dunia mengikuti strategi pemasaran yang memiliki pola mendekati pasar. Gejala ini diikuti oleh strategi manajemen yang berbentuk distributed system atau dikenal dengan desentralisasi. Oleh karena itu dijumpai sebaran toko retail seperti Alfamart atau Indomart sampai ke pelosok daerah di Indonesia. Pola sebaran pasar tersebut secara nyata mempengaruhi pola belanja penduduk.

Di sisi lain, muncul gejala lokalisasi sebagai respon terhadap proses globalisasi. Sekedar contoh, merambahnya toko retail tersebut dapat dipandang sebagai cara untuk menghambat laju perkembangan bisnis retail skala internasional seperti Carefour atau Giant. Bagaimana hasil akhir persaingan ke dua model tersebut akan ditentukan oleh berbagai faktor antara lain kebijakan politik Negara, kemampuan sumberdaya manusia, penguasaan teknologi dan yang utama adalah kemampuan finansial.

Dampak globalisasi yang dijumpai dalam konteks lain adalah terjadinya kerusakan lingkungan alam seperti meluasnya lahan kritis akibat penebangan hutan untuk industri berskala global, pencemaran air dan udara dari pabrik dan kegiatan eksplorasi mineral dan gas oleh perusahaan multinasional. Dampak akhirnya adalah terjadinya perubahan iklim global dan hilangnya keanekaragaman hayati terutama di daerah tropis seperti Indonesia.

KESIMPULAN

Globalisasi di Negara kepulauan tropika dicirikan antara lain oleh terjadinya kontra proses globalisasi dengan proses lokalisasi, peningkatan dinamika sumberdaya lokal berbasis sosio cultural, peningkatan intensitas kerusakan lingkungan dan semakin terbukanya proses konvergensi termasuk paradigma menuju world global society.

Indonesia dalam konteks Negara kepulauan tropika memiliki peluang dalam membangun masyarakat global melalui kekuatan kemajemukan sosial budaya dan keanekaragaman hayati yang menjadi aset unggulan.

DAFTAR PUSTAKA
  • Baiquni,M.2004;”Membangun Pusat-Pusat Di Pinggiran. Otonomi di Negara Kepulauan”. ideas& PKPEK, Yogyakarta.
  • De Blij, H.J. 1992; “Geography. Regions and Concepts”.John Wiley and Son Inc.Canada.
  • Dwiyanto,A. dkk,2003;”Reformasi. Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah”. Seri Laporan.PSKK UGM Yogyakarta.
  • Haggett,P.2001;”Geography. A Global Synthesis”.First Publ.Prentice Hall.England.
  • Harmantyo, D.2006;”Ambalat issues. A Preliminary Study on the problem of Indonesia Territorial Boundary”. Unpublished. Departemen Geografi FMIPA-UI, Depok.
  • Haryadi,R.2004;”Kawasan Perbatasan. Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Kawasan Perbatasan Antarnegara dan Indonesia” Bappenas, Jakarta.
  • Johnston,R.J et all.2002;”Geographies of Global Change. Remapping the World”. Blackwell Publ. Co. Oxford, UK.
  • Tambunan, R.P.2004;”Dampak perkembangan fisik kota terhadap pola tata air ekosistem dataran rendah Jakarta”. Disertasi Program Doktor Ilmu Lingkungan UI. Jakarta.
  • Sandy,I.M.1996;”Republik Indonesia. Geografi Regional”.Jurusan Geografi FMIPA-UI, Jakarta.
  • Sien,C.L.2003;”Southeast Asia Transformed. A Geography of Change”.ISEAS.Singapore.
  • Simon,E.1996;”Distributed Information Systems”.McGraw Hill Co. London.
Sumber: http://mbegedut.blogspot.com/2012/01/makalah-globalisasi-dampak-globalisasi.html#.URphWnotDKQ




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar